Contoh Naskah Film Sederhana

By | Januari 24, 2019
Contoh Naskah Film Sederhana – Mungkin diantara anda ada yang sedang mencari naskah film yang pendek dan sederhana? maka anda tidak usah khawatir akan hal tersebut, karena di bawah ini akan diberikan berupa contoh naskah film yang sederhana, pendek dan simple . Semoga juga naskah film ini bisa membuat anda memiliki referensi untuk membuat naskah film dan tahu cara penulisan naskah film.

Contoh Naskah Film Sederhana

Contoh Naskah Film Sederhana

Tokoh: Pak Bambang , Lastri , Pak Mangun, Istri Pak Mangun, dan Mpok Ati
Alur : Maju 

Perjuangan Lastri

Pak bambang dengan usia yang sudah sepuh dan tak bisa jalan lagi karena kecelakaan bersama istrinya dua tahun yang lalu , ia tinggal bersama anak satu satunya yaitu lastri. Ibu lastri atau istri pak bambang sudah meninggal ketika kecelakaan yang dialami dua tahun yang lalu. Kondisi rumah pak bambang hanya dua ruangan saja, yaitu kamar mandi dan ruang untuk tidur , masak, dan semuanya jadi satu kecuali kamar mandi.

Scene 1 : Int. Kamar Tidur – Malam Hari

Lastri sedang memilih-milih butir-butir padi yang sekira masih bagus dan layak untuk dimakan, yang sore tadi ia ambil sisa sisa orang panen di pesawahan. Ia sadar harus melakukan hal tersebut lantaran memang sudah tidak ada apa apa yang bisa ia perbuat lagi. Uang habis, makanan habis dan semua kebutuhan pokok serba habis, maka satu satunya untuk menyambung hidupnya mengambil sisa sisa butir padi hasil panen yang tak banyak jumlahnya, yang sekira bisa buat makan untuk bapaknya, dan ia menahan lapar tidak apa apa. ( Terdengar suara batuk di kamar mandi) 


Baca JugaSinopsis Novel Layar Terkembang Karya Sultan Takdir Alisjahbana

Lastri : “pak? Bapak bisa kan jalan sampai ke kamar tidur pakai krek yang diberikan pak Mangun?

Pak Bambang : “Bisa las, tapi pelan pelan (sesekali terbatuk-batuk), kamu sedang ngapain lastri? Tolong buatkan bapak air minum putih hangat?”

Lastri : “Jangan dipaksakan pak, kalau tak bisa lastri bantu, ini baru memilih butir padi yang bagus pak buat besok sambung hidup kita pak. Pak lastri lupa, kita tak ada korek api atau kayu untuk merebus air hangat. Memasak nasi pun besok belum tahu mau minta tolong siapa?

Pak bambang : “ Iya las, oh baru milih padi ya, ya sudahlah cukup air biasa saja tidak apa apa las, kita coba minta tolong pak mangun saja besok pagi untuk masak nasi.

Lastri : “iya bapak, saya ambilkan sebentar”.

Pak bambang sudah duduk di dekat lastri, kemudian lastri juga sudah memberikan air minum untuk bapaknya itu. Setelah itu tiba tiba pak bambang sudah tertidur saja, kemudian lastri menyusul juga tidur di samping bapaknya mengingat kondisi sudah sangat lelah karena mencari sisa sisa padi tadi sore yang sangat melelahkan. Walaupun sekali kali terbangun karena perut sangat tidak kompromi.

Scene 2 : Ext.Halaman Depan Rumah

Seperti biasanya pak bambang duduk-duduk di kursi yang terbuat dari bambu itu untuk menikmati hangatnya matahari pagi, dan lastri pun menemani juga.

Pak Bambang: : “Las,bapak lapar sekali (sambil memegang perutnya) dan terkadang suara lapar muncul begitu keras.

Lastri : “Iya pak, sebentar lagi pak mau ke rumah pak mangun. Terdengar suara sapi seperti miliki pak mangun. Dan ternyata itu benar pak mangun yang lewat depan halaman rumahnya.

Pak Mangun : “ Widihhh, pagi pagi pada berjemur kayak turis aja “

Pak Bamgbang : “ Iya biar sehat hidup lebih lama lagi.”

Lastri : “Nah kebetulan sekali pak mangun, kami sudah dari kemarin belum makan dan tidak ada nasi maupun korek api, pak mangun bolehkah kami minta korek api ataupun numpang masak nasi di rumah pak mangun?”

Pak Mangun : “Waduhhhhhhh, sebenarnya boleh banget , tapi ada istri saya, tau sendiri kan istri saya itu sangat membenci keluarga pak bambang, entah mengapa, jadi pasti dia akan marah marah ketika melihat kamu lastri di rumahku, bisa bisa langsung di usir.” Ngapunten nggeh”

Lastri : “Ya udah tidak apa apa pak, (sambil memegang perut) lalu air mata berlinang , pak mangun pun sudah lanjut berjalan lagi.

Pak Bambang : “Las, bapak bener bener lapar sekali? Apa coba kita makan pelepah pisang las? Yang ada di kebun?

Lastri : ”pak, jangan aneh-aneh nanti malah makin sakit pak”.

Pak Bambang :” Tidak apa apa las (sambil memegang kepala lastri) ,asal ada yang masuk di perut nanti langsung kenyang , mengenai rasa tak usah dirasakan.”

Lastri : “Iya pak, tapi jangan dulu pak”, lastri coba muter desa mencari apa yang ada pak, yang sekira masih bisa dan layak untuk dimakan.”

Scene 3 : Ext. Jalan Pedesaan dan Rumah Makan Mpok Ati

Setelah beranjak dari tempat duduk depan halaman, lastri mencoba keliling desa untuk menemukan makanan yang sekira bisa dimakan. Dan tak lama kemudian lastri sampai dekat warung makan mpok Ati di seberang jalan yang terkenal pelitnya minta ampun.

Mpok Ati : “ Kenapa las? Mau minta makan lagi ya?”

Lastri : “Mohon maaf mpok, iya, kasihan bapak belum makan.”

Mpok Ati : “ Haduh ! dari kemarin minta terus! Nanti rugi sini!

Lastri : “Mpok Tolong, tolong bapak sudah tua sambil memelas dan terkadang suara perut berbunyi lantang kelaparan.

Mpok Ati : “haishhhhhhh, kasihan kali si kau dan bapak kau, tapi gimana lagi ini saja dagangan sudah mau habis, kalau mau itu ada sisa sisa makanan para pembeli yang belum habis di piring.”

Lastri : dalam hati “daripada bapak makan pelepah pisang, mending bapak makan sisa sisa yang lebih enak walau agak kurang menarik karena sisa makanan orang orang yang makan di warung makan ini. “Ya sudah tak apa apa mpok”. 

Mpok Ati : “Ya sudah ini cepat dipiring-piring, ambilah itu sisa makanan dan ambil itu ada plastik, aku hendak ke pasar lagi buat bahan masak besok”.

Lastri :” Iya mpok, sambil mengais, dan memisahkan tulang daging ayam, lastri mulai menangis secara perlahan air matanya pun berlinang banyak, aku harus bagaimana lagi, ya mungkin saat ini adalah langkah terbaiku, untuk bapaku dan aku.

Akhirnya lastri selesai membungkus dan memilih-milih sisa sisa makanan dan pulang ke rumah, demi bapaknya yang belum makan.

Scene 4 : Int. Di Kamar

Lastri sampai rumah dan mencari bapaknya.

Lastri : “Pak,pak makanan ada pak ini.”

Pak Bambang : “ iya nak alhamdulilah ya allah, engkau berikan rizki pada kami.” 

Baca Juga : Sinopsis Novel Salah Asuhan Karya Abdul Muis

Akhirnya mereka berdua makan berdua dengan senang, walaupun itu makanan sisa, tapi bersyukur sekali mereka walaupun sederhana tapi tetap menikmati apa pemberian dari sang pencipta.

Tamat
Jadi itulah mengenai contoh naskah film yang sederhana tapi bermakna, semoga bermanfaat sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *